KEUTAMAAN PUASA

Image1. Puasa adalah Penghalang dari Siksa Neraka

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَََّّا الصّْيَامُ جُنَّ يَ تَجِنُّ ا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ

”Puasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari api neraka.”*1

2. Puasa akan Memberikan Syafa’at bagi Orang yang Menjalankannya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الصّْيَامُ وَالْقُرْآنُ يَ فَعَانِ لِلْعَبْدِ ي وَْمَ الْقِيَامَ ي قَُولُ الصّْيَامُ أَ رَاّْ مَنَ عْتُهُ الطَّعَامَ وَال هَوَااِ بِالنَّ هَارِ فَ فّْعْ فِيهِ . وَي قَُولُ
الْقُرْآنُ مَنَ عْتُهُ النَّ وْمَ بِاللَّيْلِ فَ فّْعْ فِيهِ . قَالَ فَ يُ فَّعَانِ

”Puasa dan Al Qur’an itu akan memberikan syafa’at kepada seorang hamba pada hari kiamat nanti. Puasa akan berkata,’Wahai Tuhanku, saya telah menahannya dari makan dan nafsu syahwat, karenanya perkenankan aku untuk memberikan syafa’at kepadanya’. Dan Al Qur’an pula berkata, ’Saya telah melarangnya dari tidur pada malam hari, karenanya perkenankan aku untuk memberi syafa’at kepadanya.’ Beliau bersabda,’Maka syafa’at keduanya diperkenankan.’“*2

3. Orang yang Berpuasa akan Mendapatkan Pengampunan Dosa 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِ اناا وَا تِ اباا فِرَ لَهُ مَا تَ قَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

”Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni”.*3

GANJARAN BAGI MEREKA YANG BERPUASA

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الحَْ نَ عَ رُ أَمْثَالَِاَ إِلََ سَبْعِمِائَ ضِعْ ءٍ ف قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلََّ الصَّوْمَ فَ نَّهُ لَِ وَأَنَا أَجْزِ بِهِ
يَدَ هْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَ رْ تَانِ فَ رْ عِنْدَ فِطْرِوِ وَفَ رْ عِنْدَ لِقَاءِ رَبّْهِ . وَلَُْلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ
الْمِ كِ

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak misk.”*4

Dalam riwayat lain dikatakan,

قَالَ اللَّهُ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلََّ الصّْيَامَ فَ نَّهُ لَِ

“Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku”.”*5

Dalam riwayat Ahmad dikatakan,

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ كُلُّ الْعَمَلِ كَفَّارَ إِلََّ الصَّوْمَ وَالصَّوْمُ لَِ وَأَنَا أَجْزِ بِهِ

“Allah ‘azza wa jalla berfirman (yang artinya), “Setiap amalan adalah sebagai kafaroh/tebusan kecuali amalan puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya”.”*6—

dari seorang sahabat!

Posted on 1 Agustus 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: