Melawan Generasi Korban “KOMUNIKASI”

Komuniasi massaBeriringan dengan kemajuan teknologi masa kini, komunikasi bertrasformasi menjadi sebuah kebutuhan bahkan menjadi ketergantungan bagi sebagian orang. Komunikasi tak lagi disempitkan pada pertemuan, jamuan makan atau sarasehan, lebih luas lagi komunikasi masa kini telah mengkawinkan antara komunikasi dan teknologi. Perpaduan inilah yang melahirkan sebuah tren komunikasi baru yang akhirnya oleh masyarakat dunia disematkan julukan social network, kemudian diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi sosial media atau SosMed.

SosMed bak bom yang mengguncang kota hirosima dan Nagasaki 70 tahun silam. Perkembangan yang sangat cepat menuntut pemainnya piawai dalam mengolah kata. SosMed bukan hanya menjadi tren namun telah menjadi sebuah kebutuhan. Dalam sebuah study yang dilakukan oleh salah satu provider selluler menyatakan bahwa dari 250 juta penduduk Indonesia, 70% telah menggunakan tlepon selluler dan 40% diantaranya menggunakan sosial media untuk berkomunikasi. Jelas hal ini bukanlah hal yang sedikit mengingat model komunikasi berbasis internet mulai memasuki Indonesia pada akhir abad ke 20.

Perkembangan model komunikasi dengan berbagai variasi ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi saya. Mari kita lihat disekitar, betapa banyak model komunikasi ini dapat mendekatkan yang jauh, namun berapa banyak pula komunikasi ini menjauhkan yang dekat?

Kesibukan dengan dunia sosial membuat banyak dari kita melupakan karakter khas yang telah disematkan kepada masyarakat Indonesia. Emot icon senyum telah sukses menggeser senyuman asli yang meluncur dari muka sahabat – sahabat kita, stiker ucapan telah berhasil memperdaya ucapan selamat idul fitri dari silaturahin antar sesame. Inikan sebuah tren komunikasi masa kini?

Komunikasi telah meminta tumbal – tumbal kepada pemainnya, lalu bagaimana cara kita kembali menjadi bangsa penuh keramahan? Mari kita mulai gerakan 3 menit tanpa ponsel. Saya mengajak kepada pengguna ponsel untuk meleyakkan ponselnya selama tiga menit dikala asyik – asyiknya menggunakan media sosial dan menyapa orang yang ada disekitarnya. Gerakan sederana ini diharapkan dapat meredam berbagai kekhawatiran yang muncul dimasyarakat.

Jadi, masihkan anda sebagai pemberi tumbal kemajuan teknologi komunikasi?

Posted on 6 Juli 2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: