MENJADIKAN MUSIBAH DAN KEJADIAN ALAM SEBAGAI MUHASABAH DAN TITIK TOLAK PERBAIKAN DIRI KEMBALI KEPADA YANG KUASA


Dan guruh bertasbih memujinya,demikian pula Malaikat karena takut kepadanya,lalu ALLah menimpakan halilintar lalu menimpaknnya kepada siapa yang dikehendaki, sementara mereka  berbantah-bantahan tentang Allah,dan dia Maha keras siksanya.(Ar-Ro’du :13)

Ayat ini turun ketika peristiwa penaklukan kota Makkah(Fathul Makkah).Peristiwa ini terjadi pada tanggal 10 Ramadhan tahun delapan Hijriah.Allah memberikan kemenangan kepada kaum Muslimin hal ini ditunjukkan dengan tidak adanya kaum Quraisy menyerang bahkan mereka menyerah dan kemudian mereka memeluk Islam.

Dalam surat Ar-Ro’du ayat 13 juga dijelaskan bahwa sebenarnya alam itu bergerak seirama dengan gerakan perilaku manusia.Oleh karena itu sekarang ini perilaku manusia sudah hilang akhlaknya maka alampun juga akan bersikap seperti itu kepada manusia.Sehingga bisa saja azab Allah itu juga muncul bersamaan dengan hal itu.Menurut tafsir Ibnu Abbas dapat disimpulkan bahwa azab yang datang itu ada 4 macam yaitu:

1.Alam akan diam (tidak bersahabat)lalu akan bergerak secara liar.

Hal itu sudah kita temui,terutama di era modern ini.Banyak sekali perilaku manusia yang keluar dari syariat Islam,hingga seakan-akan alam itu marah dan enggan bersahabat dengan kita.Misalnya bencana yang terjadi disekitar kita seperti gunung meletus, tanah longsor, gempa bumi dan bencana Tsunami.Itu adalah bukti bahwa alampun akan bergerak secara liar serta kita manusia tidak akan bisa mengendalikannya.Hingga hanya Allah lah yang Maha Perkasa mengendalikannya.

2.Allah turunkan pemimpin yang tidak adil.

Ini adalah salah satu perwujudan azab Allah.Dinegara-Negara banyak pemimpin yang tidak adil.Mereka hanya mementingkan kehidupan pribadi mereka dan sedikit berfikir untuk rakyatnya.

3.Para elit akan berpecah belah dengan alasan tidak jelas. Perkelahian para wakil rakyat, komentar-komentar para pakar tentang bencana alam seperti Lapindo, Tsunami, Tanah longsor, dll. Mereka mengatakan hanya sebagai hal biasa. Mereka hampir tidak percaya kalau dibalik semua peristiwa ada dzat yang Maha Perkasa.

4.Allah jadikan masyarakat menjadi miskin sehingga mereka berubah menjadi perampok, pencuri dan pembunuh. Pembakar harta rakyat. Sekarang ini pun muncul hakim yang tidak adil, pendidik yang mendidik dengan setengah hati serta orangtua yang mendidik anaknya dengan tdak jelas, sehingga hilanglah budi pekerti anak tersebut. Sehingga akhirnya anak-anak itu hidup dalam kegelapan tanpa nur iman dihatinya.

Musibah yang Allah turunkan dibedakan menjadi 4 macam:

1.Sebagai rahmat ialah musibah yang diberikan Allah bagi hamba-hambaNYA yang beriman. Hal ini tercantum dalam  Al-Qur’an surat Al-Baqoroh ayat 155-157.

2.Sedangkan untuk manusia yang gemar berperilaku maksiat. Musibah yang ditimpakan pada mereka “sebagai teguran” sehingga mereka bisa kembali di jalan Allah (QS. At-Taubah:106)

3. Musibah kepada manusia yang tidak beriman kepada Allah. Musibah ini merupakan “adzab” sebelum adzab yang sebenarnya. Hal ini dapat dilihat dalam firman Allah surat Bani Isroil ayat 17 serta dalam Qur’an surat  Hud ayat 15-16.

4. Musibah yang ditimpakan pada manusia yang munafik. Musibah ini merupakan gambaran masa depannya yaitu neraka.

Setelah mengetahui adzab dan musibah yang ditimpakan Allah hendaknya kita dapat mengambil ibrah untuk menjadi pribadi yang lebih baik serta nenghidupkan semangat hati yang meredup dan kembali ke jalan Allah. Karena sebaik –baik tempat kembali adalah hanya kepada Allah. (Irji’I ilaa robbiki roodi’atam mardiyah fadkhulhi fii ‘ibadi wadkhulii jannati….)

Ali N H.M.Ag

  1. , wa0w, bgus bngetdz………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: