PESANTREN DAN PERJALANAN


Kini waktu telah lalu

Tanganku kini telah kaku

Tak mampu lagi merengkuh

Tak bisa lagi berpangku

Takkan selamanya tangnku mendekapmu

Pesantrenku. . . . . . . . .

Raga ini telah membisu

Terpaku oleh waktu

Dan tak bias lagi berdiri bersama

Rapuh, lusuh akhirnya waktu ini luluh

Takkan selamanya raga ini menjagamu

Pesantrenku. . . . . . . .

Hingga tak terpikir oleh angan

Akan sebuah perpisahab

Yang tak mungkin lagi kulewatkan

Membuat bayang-bayang perjumpaan

Dan. . . . . . . .

Tak dapat kupungkiri

Hari-hari yang telah ku lewati

Dengan berjuta cinta menepi

Sedangkan diriku

Tak mau sedikitpun menyentuh duri

Dalam setiap langkah menuju mimpi

Kini. . . . . . . .

Semua itu harus ku akhiri

Dengan tatap mata mengerinyip pasi

Dan tinggalkan disini

Pesantren tercintaku. . . . .

Meskiku pergi

Tetaplah bersemayam di hati

Bersama mengejar mimpi.

 

Riko Putra Surran

XI A1

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: